Henry Yuda Oktadus | 2 Juni 2025
Abstraksimusik.com. Zaman berubah karena adanya inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada saat terjadinya inovasi itu, perilaku orang dan tatanan hidup pun berubah mengikuti bagaimana teknologi diterapkan untuk menyokong setiap sendi kehidupan.
KREATIVITAS DAN TANTANGAN GLOBAL
Kreativitas dan inovasi merupakan kunci di balik semua perubahan di setiap zaman. Merupakan penggerak utama yang melahirkan segala capaian manusia dalam mewujudkan ambisinya mengambil kendali atas dunia. Merekayasa alam agar lebih sesuai dengan keinginan manusia untuk mempermudah hidup mereka di dunia. Bukan lagi hanya sekedar untuk bertahan hidup melainkan agar hidup nyaman sejahtera.
Demikian penting perannya kreativitas dalam setiap sendi kehidupan manusia. Itulah sebabnya kompetensi ini menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan dalam P21’s Framework for 21st Century Learning, yaitu sebuah kerangka pendidikan yang dikembangkan organisasi Partnership for 21st Century Learning di Amerika Serikat. Kerangka tersebut dimaksudkan untuk membantu para pembuat kebijakan dan pelaku pendidikan dalam mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan global saat ini.
Zaman yang terus berubah menjadi semakin kompleks merupakan imbas yang mau tidak mau harus ditanggung dari setiap lahirnya inovasi. Meskipun banyak manfaat yang diperoleh manusia dari lahirnya teknologi baru namun juga selalu timbul masalah yang mengikuti. Misalnya krisis iklim global akibat adanya penggunaan plastik juga bahan bakar kendaraan dalam skala yang masif. Inovasi-inovasi baru perlu diupayakan sebagai respon atas permasalahan yang baru mengemuka.
Kunjungi podcast kami: MUSIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
https://open.spotify.com/episode/59H6GnasiL8xgaRY9j2p4s?si=o3dKlzs_SG6NFiZG7rkzJg
Berkaca dari refleksi di atas maka kompetensi kreativitas menjadi salah satu aspek yang mesti dimiliki dan dikembangkan oleh generasi penerus guna mempersiapkan diri mereka menghadapi tantangan ke depan yang lebih kompleks. Termasuk dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu kreativitas mesti menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan dalam realisasi pendidikan umum.
Mengapa di sekolah umum atau sekolah formal? Alasannya karena lembaga tersebut dibentuk untuk mengemban tugas khusus dari masyarakat dalam mempersiapkan generasi penerus. Menurut John Dewey sekolah adalah simulasi kehidupan bermasyarakat. Perpanjangan tangan dari masyarakat yang memastikan bahwa estafet semua capaian dalam masyarakat ditransmisikan pada generasi penerus. Bukan hanya untuk urusan transfer pengetahuan tetapi juga nilai-nilai yang diyakini bermanfaat dalam kehidupan kolektif. Dalam konteks ini Dewey menekankan nilai-nilai sosial seperti keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Melalui lembaga semacam itu pada saatnya tiba nanti generasi penerus akan dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat sehingga kesinambungan sosial dapat terus bergulir. Dalam masyarakat modern, yang meyakini bahwa kemajuan bangsa harus ditopang oleh perkembangan kolektif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, lembaga tersebut berperan penting dalam mendorong terjadinya transformasi sosial yang lebih baik
Berdasarkan gagasan ini dapat ditarik simpulan bahwa sekolah menduduki tempat yang paling strategis dalam sebuah masyarakat untuk pemajuan kolektif dalam aspek tertentu. Merujuk kembali P21’s Framework for 21st Century Learning, dalam hal ini kreativitas patut menjadi salah satu aspek perkembangan yang harus diperhatikan. Lantas apakah sesungguhnya kreativitas itu dan bagaimana kompetensi ini bisa diperoleh melalui pendidikan?
KREATIVITAS, APAKAH ITU?
Menurut pandangan yang banyak disepakati, kreativitas ialah kemampuan seorang individu untuk menghasilkan inovasi (Sternberg & Lubart; 1999). Boden (1990) menambahkan bahwa inovasi yang dimaksud bisa dalam kadar yang minim seperti kreativitas dalam kehidupan sehari-hari ketika orang membuat memo, atau bisa dalam kadar yang ekstrim seperti saat pertama seseorang menemukan cara meringkas teknologi komputer menjadi seukuran kotak kecil (handphone). Ada juga yang memperluas pengertian kreativitas dalam konteks sosial kultural (Williamon dkk, 2006). Mereka mempersoalkan asumsi jika inovasi itu sarat dengan kebaruan lantas di mata siapakah produk itu baru dan relevan? Sehingga dalam pengertian ini produk kreatif mesti dilihat bersama dengan gagasan ‘originalitas’ dan ‘nilai’ yang diyakini masyarakat.
Dari banyak pengertian kreativitas yang tersedia sejauh ini, ada satu syarat yang menjadi ciri utama kreativitas yaitu terlibatnya proses berpikir divergen (Sovansky dkk, 2014). Yaitu proses berpikir untuk menghasilkan banyak ide dan mengembangkannya. Dalam proses berpikir semacam itu, seseorang akan menghasilkan kombinasi berbagai macam kemungkinan berdasarkan wawasan terdahulu untuk memformulasikan gagasan yang paling relevan dengan persoalan yang sedang dihadapi. Sehingga proses berpikir ini juga sering diartikan sebagai mode berpikir yang luwes karena proses berpikir ini juga terbuka bahkan pada hal-hal yang dianggap tidak konvensional.
Kemampuan ini begitu penting karena selalu telibat dalam elabroasi kemungkinan-kemungkinan gagasan yang berguna untuk pemecahan masalah. Ciri utama inilah yang juga menjelaskan mengapa aktivitas kreatif itu selalu sarat dengan kreasi, penciptaan, atau kegiatan membuat sesuatu.
KREATIVITAS DALAM PENDIDIKAN
Akan tetapi kreativitas tidak begitu saja dimiliki oleh setiap individu yang lahir di dunia melainkan sebagai sesuatu yang diperoleh. Sejarah memperlihatkan bagaimana kreativitas dan inovasi berkembang di tiap-tiap bidang kehidupan. Kreativitas berkembang melalui praktik-praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di zaman modern, berbagai keterampilan dan pengetahuan yang terakumulasi diwariskan pada generasi penerus melalui institusi yang dinamakan pendidikan.
John Dewey dalam bukunya “Democracy and Education” mengilustrasikan bagaimana jarak keterampilan dan pengetahuan antara orang dewasa dengan mereka yang belum matang tepaut semakin jauh seiring ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Karena kompleksitas yang dihadapi, orang dewasa yang bertanggung jawab dalam pewarisan kompetensi sebagaimana dilakukan masyarakat tradisional semakin tidak mungkin dilakukan. Dalam masyarakat modern yang demokratis, institusi pendidikan merupakan satu lembaga yang ditunjuk oleh masyarakat untuk mengemban tugas ini.
TONTON VIDEO KAMI: MUSIK DAN MASYARAKAT (part 1)